Selasa, 18 September 2012

Cara Pesan Mesin

1. Pilih artikel pesanan anda.
2. Cek ongkos kirim ke http://www.tikinet.co.id/ atau dikirim melalui perusahaan ekspedisi langganan anda.
3. Transfer pembayaran ke BCA 7120.3858.57 an. Johanes Leonardi Trijuwana
atau bank MANDIRI 155.00.04180.181 an Johanes Leonardi Trijuwana
4. Konfirmasi bukti transfer ke johanesleonardi@yahoo.com atau Telp. 021-5531258 .
5. Barang akan kami kirim dalam waktu 1x24 jam di hari kerja
6. Untuk wilayah Jabodetabek bisa COD ( Cash On Delevery) dengan tambahan biaya angkut.
7. Untuk pengiriman barang kami memberikan pilihan kepada anda untuk memilih perusahaan ekspedisi, sehingga kami tinggal membuatkan Delivery Order/Surat Jalan dan anda bisa mencek langsung kepada ekspedisi pilihan anda tersebut.
Baca Selengkapnya »»  

Tip Lautan Makmur Mesin

Tentang Produk
Adakah pelatihan bagi saya, setelah membeli mesin Bapak ?
Untuk item-item tertentu, kami ada pelatihan produksi dan untuk semua mesin, kami beri training pemakaian mesin, atau manual book.Kami menyediakan produk mesin, baik import, produk dalam negeri.

Tentang Harga
Apakah saya bisa mendapatkan diskon harga ?
Setiap pembelian mesin, pasti kami diskon. Besar diskon menyesuaikan dengan mesin yang Anda beli.
Hubungi kami untuk lebih detailnya
Harganya MAHAL atau MURAH ?
Untuk menentukan harga mesin mahal atau murah, tergantung spesifikasi mesin tidak bisa hanya sekilas dengan melihat gambar atau wujud mesin namun ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan yaitu :

* Spesifikasi.
Lihat spesifikasinya : dimensi, power, kapasitas, dll

* Bahan.
Mesin dengan fungsi yang sama, kadang memiliki bahan yang berbeda. Otomatis harganya berbeda. Harga murah, biasanya dimbangi dengan kualitas bahan yang "kurang". Demikian juga sebaliknya.

* Fungsi.
Lihat apa mesin tersebut sesuai dengan fungsi yang Anda butuhkan.

* Garansi.
Teliti, apakah mesin ada garansinya ?

* Teknologi.


Tentang Pengiriman Barang

Saya tinggal jauh dari tempat bapak (luar pulau). Bisakah saya membeli mesin dari Anda ?

Bisa, Pak ! Kami biasa melayani pembelian mesin dari konsumen luar pulau. Bahkan dari negara lainpun, bisa kami layani. Kami menjamin barang akan sampai di tempat Anda.

Pelanggan kami banyak yang berasal dari daerah lain. Lihat daftar pelangggan kami, klik disini . Bahkan beberapa diantaranya berasal dari luar negeri.

Untuk lebih meyakinkan Anda, silahkan datang langsung ke kantor kami.

Siapa yang menanggung biaya pengiriman ?

Biaya pengiriman ditanggung pemesan (kecuali ada perjanjian di awal).

Lewat Apa pengirimannya ?

Kami bekerjasama dengan banyak jasa pengiriman. Anda bisa memilih jasa pengiriman sesuai dengan yang Anda kehendaki.

Saya tinggal di luar pulau. Saya ingin membeli mesin, tapi khawatir barang tidak sampai di tempat atau tidak dikirim.

Bagaimana solusinya ?

Kami biasa mengirimkan mesin ke luar daerah, luar pulau. Setiap pemesanan barang, pasti kami kirim barangnya. Dan setiap pemesanan barang, ada surat kontraknya (di atas materai atau notaris).
Jika Bapak masih ragu, Bapak bisa datang ke kantor kami pada jam kerja

Tentang Cara Memilih Mesin

Saya biasa memilih mesin berdasarkan harganya. Saya lebih suka dengan mesin yang harganya murah, namun memiliki fungsi yang sama. Benarkah yang saya lakukan ?

Memilih mesin tidak bisa hanya didasarkan pada harga. Banyak aspek yang harus kita pertimbangkan, antara lain :

* Kualitas mesin
* Garansi
* Ketersediaan spare part (suku cadang)
* Spesifikasi
* Efisiensi untuk bisnis

Jadi, sebaiknya Bapak tidak hanya mempertimbangkan harga dalam membeli mesin. Pertimbangkan aspek lainnya di atas. Memilih mesin berdasarkan harga, pasti Anda mendapatkan mesin sesuai dengan harganya. Dan biasanya akan menyesal di kemudian hari

Memilih mesin, apalagi untuk bisnis, adalah memilih barang untuk INVESTASI. Karena itu, jangan sampai keliru.
Baca Selengkapnya »»  

Peluang Usaha Pelet Ikan

Kita perlu memahami bahwa pakan buatan sendiri hanya bersifat pelengkap atau tambahan guna memenuhi kebutuhan energi ikan yang dipelihara. Pakan tambahan atau yang bersifat pelengkap peran utamanya adalah sebagai penyedia energi. Pakan ini bersifat melengkapi pakan komersial buatan pabrik atau pelengkap bagi pakan alami yang tersedia dalam kolam.
Membuat pakan untuk ikan gurami relatif lebih mudah karena ikan ini dikenal sebagai hewan herbivora, yaitu hewan yang suka makan tumbuhan.  Oleh karena itu bahan-bahan untuk membuat pakan gurami dapat menggunakan tumbuh-tumbuhan yang terdapat di lingkungan kita. Kita dapat menggunakan daun singkong, kedelai,atau daun lainnya yang disukai oleh gurami. Untuk mengujinya maka daun tersebut bisa kita berikan langsung kepada ikan gurami, jika respon yang diberikan positif (ikan mau memakannya) berarti daun tersebut dapat digunakan sebagai bahan baku pakan. 
Tanaman dari kelompok Leguminosa sudah sering digunakan sebagai bahan makanan ternak, baik daun maupun biji-bijiannya. Bahan-bahan ini mengandung protein yang cukup tinggi, yaitu sekitar 20 – 30 %.  Kita perlu mengolah terlebih dulu bahan baku tersebut agar dapat menghilangkan atau mengurangi dampak negatif dari senyawa anti nutrisi yang terdapat di dalamnya.
Cara yang biasa digunakan adalah dengan merendam daun / biji-bijian dalam air dicampur kapur selama 24 jam, atau dengan merebusnya di dalam air  selama 1 jam.  Proses ini akan melarutkan sebagian senyawa anti nutrisi tetapi juga akan menghilangkan sebagian dari vitamin yang terkandung di dalamnya.
Setelah itu bahan-bahan tersebut digiling hingga halus.  Untuk menggiling biji-bijian dapat menggunakan gilingan kopi, sedangkan untuk daun-daunan harus dicincang terlebih dulu sebelum digiling.  Meskipun mempunyai nilai gizi tinggi, tetapi karena mengandung berbagai senyawa anti nutrisi maka penggunaanbahan baku ini untuk pakan ikan terbatas maksimum 10 kg/100 kg pelet.
Sumber protein hewani yang biasanya mudah didapat adalah bekicot dan keong (Mollusca).  Mollusca mengandung protein tinggi, bisa mencapai 60 % (menyamai tepung ikan), selain itu  juga mengandung lemak dan asam-asam lemak yang dibutuhkan sebagai sumber energi bagi ikan.  Kandungan lemak keong dan sejenisnya biasanya sekitar 6 %.
Untuk memanfaatkan hewan ini terlebih dulu harus dikeluarkan dari rumahnya (cangkang), cara sederhana adalah dengan memecah “rumahnya” dan mengambil dagingnya, atau dapat dilakukan dengan merebus dalam air selama 15-20 menit.  Setelah itu keong atau bekicot dipotong-potong lalu dimasukkan dalam gilingan daging.  Prosentase yang digunakan sekitar 5-10 kg/100 kg pelet yang dibuat.
Untuk merekatkan campuran bahan baku yang digunakan menjadi bentuk pelet kita memerlukan bahan yang mengandung kanji, seperti tapioka, tepung jagung, tepung beras, atau tepung terigu.  Bahan yang paling murah sudah tentu tapioka atau limbah industri tapioka.  Bahan-bahan ini sudah berbentuk tepung sehingga mudah menggunakannya.  Agar dapat berfungsi sebagai perekat maka bahan yang mengandung kanji perlu dicampur dengan air panas.  Jumlah yang diperlukan bisa mencapai 25-30 kg/100 kg pelet.
Pada musim panen padi biasanya harga dedak di penggilingan padi menurun.  Dedak juga dapat digunakan sebagai sumber energi bagi ikan gurami.  Jumlah yang digunakan antara 15-25 kg/100 kg pelet.

GETRA AGRITEK
Getra Agritek menawarkan sejumlah mesin untuk pembuatan pellet ikan yang lebih praktis dan efisien dengan hasil yang menguntungkan.
Untuk memproduksi pellet ikan, Getra Agritek menawarkan 3 mesin untuk membuatnya, yaitu:
1.       Mesin Penepung
2.       Mesin Mixer
3.       Mesin Pelet

Perhatikan Skema Produksi Pelet Ikan/Ternak di bawah ini:


Baca Selengkapnya »»  

Peluang Usaha Briket Kayu

Kenaikan harga BBM yang terjadi belakangan ini ternyata memberikan dampak yang cukup signifikan bagi masyarakat kalangan bawah. Lonjakan harga minyak tanah yang melambung tinggi hingga mencapai empat kali lipat, ditambah lagi  kecenderungan harga BBM yang semakin hari kian merangkak naik, mendorong sebagian besar masyarakat untuk mulai berpaling dari bahan bakar minyak ke pemanfaatan bahan bakar alternatif. Contohnya saja pemanfaatan briket kayu yang cukup potensial bila dikembangkan sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah dan gas elpiji.
Melimpahnya sampah kayu yang sudah tidak terpakai, dan besarnya kandungan energi yang dihasilkan limbah tersebut, membuat sebagian besar warga mulai tertarik untuk mengembangkan bahan bakar alternatif berupa briket kayu dari limbah tempurung kelapa, serbuk gergajian kayu, ranting kayu, sekam padi, sabut jagung, jerami, kulit kacang tanah, bamboo maupun limbah agro lainnya menjadi energi alternatif terbarukan. Pemanfaatan briket kayu bahkan menjadi salah satu langkah tepat bagi masyarakat untuk mengurangi ketergantungan mereka terhadap bahan bakar fosil seperti minyak tanah dan gas elpiji, maupun pemanfaatan bahan bakar kayu secara langsung yang tingkat konsumsinya semakin hari semakin meningkat tajam sehingga membahayakan ekologi hutan.

Konsumen
Target pasar yang bisa Anda bidik dalam menjalankan bisnis briket kayu adalah kalangan masyarakat menengah ke bawah khususnya yang berdomisili di daerah-daerah terpencil. Selain itu, Anda juga bisa membidik para pelaku bisnis kuliner yang belakangan ini mulai memanfaatkan bahan bakar alternatif berupa briket arang untuk mengurangi ketergantungan mereka terhadap bahan bakar minyak tanah dan gas elpiji yang harganya semakin hari kian melambung tinggi.

Info Bisnis
Pada dasarnya briket kayu atau yang lebih dikenal dengan sebutan briket arang ini merupakan salah satu bahan bakar nabati yang berwujud padat dan berasal dari sisa-sisa bahan organik yang mengalami proses pemampatan dengan daya tekan tertentu. Biasanya bioenergi ini dihasilkan dari limbah agroindustri, seperti misalnya dari tempurung kelapa, tempurung kelapa sawit, serbuk gergaji, atau bungkil sisa pengepresan biji-bijian.
Untuk mengetahui cara membuat bahan bakar alternatif berupa briket arang tersebut, berikut ini kami informasikan salah satu contoh pembuatan briket ini yang menggunakan bahan baku utama limbah tempurung kelapa.

Pembuatan Briket Kayu

Peralatan :
Alat yang digunakan dalam pembuatan arang dan briket adalah mesin penghancur (hammer mill) atau wood crusher, mesin pengering (pipe dryer), dan mesin briket kayu.

Bahan-bahan :
Tempurung kelapa, serbuk gergaji, ranting kayu, sekam padi, sabut/tongkol jagung, jerami gandum/padi, kulit kopi, tangkai bunga matahari, tangkai kapas, kulit kacang tanah, limbah tembakau, limbah goni, bamboo, limbah teh dan aneka limbah agro lainnya.

Proses pembuatan :
  1. Bahan-bahan yang akan dibuat briket kayu dimasukkan ke dalam mesin penghancur (hammer mill) atau wood crusher agar supaya menjadi serbuk, kecuali bahan yang sudah berujud serbuk.
  2. Setelah menjadi serbuk, proses selanjutnya adalah pengeringan. Serbuk tadi dimasukkan ke dalam mesin pengering (pipe dryer) agar kadar air yang ada dalam serbuk tadi berkurang.
  3. Setelah dikeringkan, bahan tadi dimasukkan ke dalam mesin briket kayu untuk diolah menjadi briket. Mesin ini melakukan pengayaan dan sekaligus pencetakan menjadi briket.

Keuntungan Bisnis
Dari sisi bahan baku, ketersediaan bahan untuk membuat briket kayu sangatlah banyak di Indonesia. Bahkan di berbagai pelosok daerah, aneka limbah agro bisa ditemukan dengan cukup mudah. Di samping itu, pembuatan briket arang juga tidak terlalu susah, sehingga hampir setiap orang bisa membuatnya dengan teknologi yang serba praktis dan efisien. Hal inilah yang menjadikan harga jual briket arang relatif cukup murah di pasaran, sehingga tidak menutup kemungkinan bila seluruh lapisan masyarakat kini bisa menjangkaunya untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar mereka sehari-hari.
Kekurangan bisnis
Sampai hari ini permintaan pasar nasional masih sangat kurang, yakni sekitar 20% untuk permintaan lokal dan sisanya (80%) didominasi oleh permintaan pasar ekspor. Kurangnya sosialisasi dan promosi di pasar lokal, menjadikan briket kayu atau arang ini kurang dikenal masyarakat luas, sehingga tidak heran bila bahan bakar briket arang lebih banyak dikonsumsi masyarakat terpencil yang daerahnya belum mendapatkan pasokan BBM maupun gas elpiji secara rutin
.
Strategi Pemasaran
Selama ini sebagian besar pelaku usaha briket arang tempurung kelapa lebih membidik pasar ekspor untuk memasarkan produk-produknya. Strategi pemasaran ini dipilih pelaku usaha karena tingkat permintaan pasar luar negeri yang cenderung cukup tinggi setiap tahunnya, yaitu mencapai angka 80%. Beberapa negara tujuan ekspor briket tempurung kelapa yang cukup potensial antara lain negara-negara di kawasan Timur Tengah, Jepang, Australia, Korea, dan lain sebagainya. Yang perlu diperhatikan pelaku usaha untuk memenuhi permintaan pasar ekspor adalah menjaga kualitas produk yang ditawarkan. Salah satunya seperti memastikan bahan baku briket tempurung kelapa benar-benar terbebas dari serabut kulit kelapa, agar kualitas api yang dihasilkan bisa sempurna.
Di samping memenuhi permintaan pasar ekspor, Anda juga bisa membuka sistem keagenan untuk mengoptimalkan pemasaran lokal. Strategi ini terbilang cukup efektif untuk memperluas jangkauan pemasaran lokal dan nasional, serta memperkenalkan produk bahan bakar alternatif kepada seluruh lapisan masyarakat, baik masyarakat pedesaan yang kesulitan mendapatkan pasokan BBM maupun kalangan masyarakat menengah keatas di wilayah perkotaan.

Kunci sukses
Dalam menjalankan bisnis energi alternatif seperti briket arang tempurung kelapa, yang terpenting adalah menjaga kualitas produk yang dihasilkan agar konsumen semakin loyal dengan bahan bakar alternatif yang ditawarkan. Selain itu, kembangkan pula pengetahuan dan kemampuan Anda di bidang energi terbarukan, untuk mengoptimalkan produktivitas bisnis yang dijalankan sehingga bisa terus berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan para konsumen. ***
Baca Selengkapnya »»  

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2012

Back to TOP